Minggu, 02 Oktober 2011

Sekilas Tentang Universitas Esa Unggul

Kualitas akademik dan pelayanan di Universitas Esa Unggul secara berkelanjutan terus ditingkatkan. Salah satu dari sasaran yang hendak dicapai adalah, terciptanya center of excellence yang berbasis ICT (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang kondusif bagi pelaksanaan proses pembelajaran yang bermutu dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Diharapkan dengan adanya bantuan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelaksanaan kegiatan akademik, prestasi belajar peserta didik akan semakin meningkat, dan para dosen akan semakin produktif dalam menghasilkan karya-karya ilmiahnya. Adapun bentukdari realisasinya adalah sejak tahun 2005 lalu UEU telah menerapkan sistem pembelajaran yang berbasis e-learning (learning management system) yang didukung oleh jaringan yang terkoneksi dengan serat optik dan ruang kelas multimedia. Sistem pembelajaran yang difasilitasi dengan teknologi ICT tersebut, kami namakan Esa Unggul Hybrid Learning.

Dengan adanya penambahan model pembelajaran tersebut,yang menjadi suplemen dari pembelajaran di kelas, mahasiswa akan mendapatkan aksesyang luas ke berbagai informasi dan sumber pembelajaran, serta mempercepat kemandirian mahasiswa dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di samping itu, perpustakaan UEU secara bertahap telah berkembang menjadi cyber library. Pada saat ini sebagian besar hasil karya ilmiah dosen dan mahasiswa telah terdokumentasi dan dapat terakses secara elektronik, serta perpustakaan kita telah terkoneksi ke beribu jurnal elektronik seperti jurnal EBSCO, Science Direct dan Pro Quest. Saat ini UEU telah membangun infrastruktur jaringan komunikasi berbasis serat optik serta koneksi broadband dengan bandwidth yang besar. UEU sedang mengarah pada pemenuhan koneksi internet seperti standar rasio internet di negara maju.

UEU merupakan sebuah institusi yang multi unit, yang terdiri dari 9 fakultas dan 20 program studi serta 19 unit administrasi pendukung. Kondisi ini berpengaruh pada perancangan arsitektur sistem informasi yang menuntut adanya keterpaduan (integrasi) sumber daya informasi antar unit yang ada di lingkungan UEU. Oleh karena itu, dengan bantuan hibah bersaing yang berhasil dimenangkan Tahun 2009 lalu, maka UEU mulai melakukan penyempurnaan sistem informasi dan pelayanan di kampus, dengan agenda utama mengintegrasikan seluruh sistem informasi yang ada.

Skema sistem informasi terpadu yang dikembangkan ini mencakup dua aspek, yaitu keterpaduan secara horisontal dan vertikal. Keterpaduan secara horisontal berarti ada keterhubungan antar unit sehingga suatu unit dapat saling bertukar informasi dengan unit lainnya dengan cepat dan akurat. Sementara keterpaduan secara vertikal berarti semua informasi yang ada di institusi ini dapat dirangkum menjadi berbagai informasi eksekutif yang dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan yang baik (decision support system). Informasi tersebut, dalam waktu yang tidakterlalu lama akan dapat diakses melalui berbagai media.

Dari program penataan kelembagaan, UEU telah berhasil merumuskan dan mengimplementasikan struktur dan tata kelola organisasi yang baru, yang lebih adaptif, baik terhadap kebutuhan internal maupun eksternal, serta mengikuti prinsip-prinsip good governance. Lebih spesifiknya UEU telah menambahkan beberapa unit pelayanan baru beserta fasilitasnya, seperti unit Konseling, Career Center dan Lembaga Pengembangan Kewirausahaan

Akreditasi Program Studi Univ. Esa Unggul


WIL.
Tk.
Perguran Tinggi
Program Studi
No. SK
Th. SK
Peringkat
Tgl. Daluwarsa (th-bl-tg)
Status Daluwarsa
03
D-III
Rekam Medik dan Informasi Kesehatan
016
2010
A
2015-09-24
masih berlaku
03
D-IV
Fisioterapi
007
2007
B
2012-12-29
masih berlaku
03
S1
Akuntansi
042
2010
B
2015-01-22
masih berlaku
03
S1
Desain Komunikasi Visual
050
2010
B
2015-03-25
masih berlaku
03
S1
Desain Produk
018
2008
A
2013-08-14
masih berlaku
03
S1
Ilmu Gizi
027
2009
B
2014-09-11
masih berlaku
03
S1
Ilmu Hukum
053
2010
B
2015-04-16
masih berlaku
03
S1
Ilmu Keperawatan
001
2010
C
2015-04-16
masih berlaku
03
S1
Ilmu Kesehatan Masyarakat
025
2009
B
2014-08-28
masih berlaku
03
S1
Ilmu Komunikasi
018
2010
C
2015-09-17
masih berlaku
03
S1
Manajemen
023
2009
A
2014-08-13
masih berlaku
03
S1
Perencanaan Wilayah dan Kota
038
2011
B
2016-01-14
masih berlaku
03
S1
Psikologi
013
2006
B
2011-09-01
Kadaluarsa
03
S1
Sistem Informasi
049
2010
B
2015-03-19
masih berlaku
03
S1
Teknik Industri
005
2008
B
2013-05-17
masih berlaku
03
S1
Teknik Informatika
008
2009
B
2014-05-15
masih berlaku
03
S2
Administrasi Publik
009
2007
A
2012-05-19
masih berlaku









Kamis, 28 April 2011

Forum Dekan Fakultas Hukum se-Indonesia di Universitas Esa Unggul dengan Tema: Akreditasi dan Kurikulum Berbasis Entrepreneurship

Forum Dekan Fakultas Hukum se-Indonesia di Universitas Esa Unggul dengan Tema: Akreditasi dan Kurikulum Berbasis Entrepreneurship

Kamis, 28 April 2011
Fakultas Hukum Universitas Esa Unggul menyelenggarakan Forum Dekan Fakultas Hukum se-Indonesia yang berlangsung pada Selasa, 26 April 2011 di Kampus Esa Unggul. Sebagai nara sumber dalam acara ini adalah Prof. Ade Saptono. Forum Dekan bertema “Akreditasi dan Kurikulum Berbasis Entrepreneurship.”
Latar belakang yang mendasari pemilihan tema ini adalah karena Saat ini, universitas-universitas harus memenuhi kebutuhan dari kepentingan ekonomi global, serta memiliki daya saing secara nasional dan merestrukturisasi berdasarkan sistem cost-benefit principal. Kemudian dia menjelaskan mengenai pergeseran di dalam masyarakat kita dari pengetahuan kepada kepentingan pasar.
Akreditasi eksternal bagi perguruan tinggi dan target akreditasi pada perguruan tinggi di Republik Indonesia menjadi hal yang sangat penting. Selain itu, yayasan sebagai otoritas pusat; universitas sebagai jajaran standar akademika yang mengembangkan strategic planning; fakultas dan program studi menadakan peer values pada norma-norma disiplin ilmu yang telah ditetapkan oleh universitas; dan terakhir civitas akademika yang melaksanakan tanggung jawab dalam pembelajaran dan penelitian berdasarkan kebebasan akademik adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dan saling terkait satu sama lain.
Mengenai tantangan-tantangan yang dihadapi perguruan tinggi saat ini adalah adanya corporate university seperti Toyota University dan Motorola University. Perguruan-perguruan tinggi ini muncul sebagai akibat perusahaan-perusahaan penyedia lapangan kerja tidak percaya lagi pada kemampuan profil lulusan perguruan tinggi biasa, karena setelah menerima lulusan dari perguruan tinggi biasa, mereka masih mengadakan pelatihan yang memakan biaya. Saingan selanjutnya datang dari virtual university di mana pembelajaran berdasarkan pada internet.
Generasi muda Indonesia perlu dipromosikan, diperkenalkan, serta dididik mengenai entrepreneurship. Hal ini disebabkan oleh: (1) saat ini di Indonesia sudah memiliki terlalu banyak pencari kerja dan terlalu sedikit pencipta kerja; (2) pertumbuhan enterpreneur secara keseluruhan akan menciptakan kesejahteraan masyarakat yang lebih luas; (3) fakta bahwa kekayaan alam Indonesia yang sangat melimpah  membutuhkan SDM enterpreneur yang mampu mengolahnya guna menciptakan kesejahteraan masyarakat bangsa dan negara.
Tujuan diselenggarkannya acara ini antara lain:
  • Menindaklanjuti program-program yang telah ditetapkan dalam Forum Dekan Fakultas Hukum se-Indonesia;
  • Mengembangkan kerjasama dan silaturahmi antar Fakultas Hukum se-Indonesia;
  • Menyamakan pemahaman mengenai akreditasi;
  • Merumuskan muatan kurikulum berbasis entrepreneurship di Fakultas Hukum.
Melalui acara Forum Dekan se-Indonesia ini memiliki manfaat antara lain:
  • Terselenggaranya program-program yang telah ditetapkan dalam Forum Dekan Fakultas Hukum se-Indonesia;
  • Terjalinnya kerjasama dan silaturahmi antar Fakultas Hukum se-Indonesia;
  • Terciptanya persamaan pemahaman tentang akreditasi;
  • Terciptanya persamaan pemikiran mengenai kurikulum berbasis entrepreneurship yang akan menjadi salah satu kompetensi unggulan di Fakultas Ekonomi Hukum.
Bagi perguruan tinggi Indonesia hal ini merupakan bentuk nyata implementasi paradigma utama pengelolaan perguruan tinggi, yaitu mutu atau kualitas, disamping empat paradigma baru pengelolaan perguruan tinggi lainnya, yaitu otonomi, akuntabilitas, evaluasi dan akreditasi.
Melalui kegiatan Forum Dekan Fakultas Hukum se-Indonesia ini berupaya untuk meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan dan budaya kewirausahaan di lingkungan lembaga pendidikan masing-masing. (Est)